Top
Cara mengukur Fasad Bidang Video Mapping Indonesia

Cara Mengukur Bidang Video Mapping

Saat kita memiliki konsep video mapping, bidang menjadi salah satu faktor utamanya. Mulai dari bentuk bidang, warna, hingga lokasi serta keadaan lingkungan sekitar bidang tersebut. Terkadang saat sudah menentukan itu semua, kita masih bingung bagaimana cara mengukur bidang tersebut untuk diproyeksikan nantinya. Bagaimana sih cara mengukur fasad atau bidang Video Mapping?

Kenapa kita harus mengukur fasad atau bidang yang nanti akan diproyeksikan?

Bukannkah kita tinggal memproyeksikan lalu memetakan visual kita secara langsung? Iya teknik seperti itu bisa dilakukan kalau kita memproyeksikan sebuah bidang yang kecil.

Tapi bagaimana kalau yang kita proyeksikan itu Monas, Borobudur, Patung GWK, atau landmark bangunan unik lainnya? Visual kita akan terbatas pada bagian proyeksi saja dan tidak bisa mengexplore lebih lagi pada detail bentukan fasadnya.

“Itulah kenapa mengukur fasad atau bidang video mapping sangat diusahakan diukur secara presisi sesuai dengan eksisting bidang atau bangunan tersebut” kata Edo salah satu Engineer dari LZY Visual.

Biasanya untuk mengukur kita membutuhkan detail seperti denah, layout atau gambar teknik bangunan terutama tampak depan dan sampingnya. Oleh karena itu, disiplin ilmu arsitektural bisa masuk dalam ranah video mapping ini.

Presisi adalah kuncinya sehingga bisa mengurangi resiko missed issue saat pembuatan serta pemetaan konten visual saat masuk ke bagian teknis.
Denah Gambar Teknik Gedung - Video Mapping Indonesia

Selain secara arsitektural yang mungkin terlihat ribet dan susah, ada lagi cara untuk mengukur manual yang bisa dilakukan meskipun tidak 100% presisi. Awalnya kita bisa mengukur luasan bidang lebar dan tingginya. Setelah itu pengukuran lanjutannya dilakukan pada bagian-bagian detail lainnya dari fasad tersebut.

Contohnya saja, kita mau mengukur sebuah bangunan dan mendapatkan ukuran lebar/panjang 50m dan tinggi 15m. Dalam hal ini kita anggap luasan dalam ukuran 50x15m dan terlihat bentuk dasar persegi panjang. Setelah itu kita lihat detail bangunan seperti pintu, jendela serta tiang-tiang yang biasanya ada, tidak lupa atap yang juga masuk dalam luasan utama.

Mengukur detail bisa lebih dekat dan tinggal dikali-lipatkan karena rata-rata pintu atau jendela dalam satu bangunan memiliki ukuran yang sama. Jadi tinggal di posisikan sesuai eksistingnya. Ta-daaa jadi deh ukuran fasad yang menjadi dasaran untuk pembuatan video mapping.

3D Fasad Bidang Gedung

Meskipun terlihat ribet, kalau kita sering menggunakan teknik ini diawal akan sangat membantu apabila kita mengerjakan video mapping secara berkelompok.

Karena video mapping ini akan lebih seru jika kita berkolaborasi dengan ilmu disiplin lainnya, bukan?

Post a Comment