Categories
Belajar Blog

Cara Kerja Video Mapping Mengubah Cahaya Menjadi Seni Visual

Pernahkah kalian melihat tayangan proyeksi gambar atau video pada objek yang tidak umum seperti dibangunan, tugu, patung atau bidang lainnya? Yes, itu adalah video mapping atau nama lainnya projection mapping. Sebuah teknik proyeksi yang dapat menciptakan pengalaman menikmati visual yang luar biasa menakjubkan dan imersif. Namun, bagaimana sih sebenernya cara kerja video mapping? Dalam artikel ini kita akan membahas hal tersebut dengan rinci sehingga dapat memberikan pemahaman lebih dalam tentang teknologi seni visual dengan cahaya yang mengaggumkan ini.

Prinsip Video Mapping

Apabila ditarik dari definisi apa itu video mapping adalah teknik seni visual yang memproyeksikan gambar atau video pada bidang unik dengan menggunakan proyektor. Sehingga apabila diurai aspek video mapping terdiri dari gambar atau video sebagai sumber konten visual, alat proyektor sebagai hardware dan software untuk memproyeksikan gambar, serta bidang sebagai tempat proyeksi konten visual.

Cara Kerja Video Mapping Mentransformasi cahaya menjadi

Cara Kerja Video Mapping

Sederhananya cara kerja video mapping terbagi menjadi 4 proses. Bisa dibilang susah-susah gampang. Dalam setiap prosesnya juga seorang creator video mapping bisa bereksperimen, semisal eksperimen pada proses gambar atau video sebagai konten aduio visualnya saja karena bidang yang digunakan cukup datar atau membosankan. Begitu pula sebailknya, creator dapat menggunakan konten visual yang sederhana pada bidang unik seperti arsitektural kuno. Proses cara kerja video mapping akan dielaborasikan sebagai berikut.

Konsep dan Konten Visual

Cara kerja video mapping berawal dari konsep karya yang ingin dibuat oleh creator. Kemudian konsep tersebut dibentuk menjadi konten audio visual yang akan dijadikan input awal. Konsep bisa berupa penggambaran akhir creator video mapping seperti apa yang akan dibuat, sehingga juga terbayang audiovisual seperti apa yang akan di-inputkan ke tahap selanjutnya.

Hardware dan Software Pemetaan Video

Setelah dibuat, konten audiovisual akan diproses melalui PC/Laptop yang sesuai dengan spesifikasi Software. Spesifikasi ini bisa bermacam-macam, mulai dari prosessor, graphic card yang menentukan ukuran output nantinya, power dan lainnya. Software juga bermacam-macam jenisnya yang memiliki fitur keunggulan masing-masing dalam memetakan. Contoh software video mapping meliputi Resolume Arena, Mad Mapper, Touchdesigner, Dataton, Disguise dan lainnya.

Hardware Proyektor

Hardware projector sebagai alat untuk mendistribukan input audiovisual ke output berupa cahaya yang ditembakkan melalui lensa. Spesifikasi projector pun bermacam-macam, ada yang menggunakan teknologi DLP, 3DLP, 3LCD, LED dan lainnya. Brand penyedia hardware projector ini juga sudah banyak sekali, contohnya seperti Christie, Panasonic, Epson, Barco, Lumitrix dan lainnya.

Fasad atau Bidang

Fasad/bidang sebagai proses akhir dimana berperan sebagai layar hasil pantulan dari cahaya proyektor. Pantulan cahaya tersebut juga menimbulkan hasil yang bermacam-macam tergantung dari material, kondisi cahaya hingga warna yang ingin ditampilkan juga mempengaruhi hasil video mapping.

Cara kerja video mappingnya masih terlihat cukup rumit ya? Sekilas memang rumit, karena teknik ini perlu uji coba berkali-kali disetiap prosesnya untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan. Kalian bisa berangkat dari banyak referensi di internet. Kalau kalian sudah coba sekali, pasti nanti ketagihan ingin mencoba dan bereksperimen terus. Selamat mencoba!

Source Image Cover : SembilanMatahari

Source Image Blog : Videomappingindonesia Team

Penulis : Tedi Mursalat Farqo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *